Nov
05
2011

Story of Maleber – Pelatihan FIM Angkatan 11

Ini hanya sepenggal cerita, pengalaman saya terasing bersama pemuda pemuda terbaik se-Indonesia, dalam rangkaian pelatihan Forum Indonesia Muda Angkatan 11.

Minggu 23 Oktober 2011, sekitar pukul 5 sore, kami bertolak dari Taman Wiladatika Cibubur menuju sebuah daerah yang bernama Maleber, terletak di Ciherang, Pacet, Cianjur. Baru sekitar jam 8 kami tiba di wisma yang telah di-pinjam-kan oleh pak Dedi Panigoro, dikarenakan ada kendala perjalanan tapi semuanya sepadan setelah sampai disana.

Persiapan akhir dilakukan, pembagian kamar dan sebagainya. Kami panitia laki – laki terpaksa tidur di ruang santai, persis di sebelah  ruang utama kegiatan karena kamar – kamar diprioritaskan untuk peserta dan ibu – ibu panitia. Setelah selesai pemindahan barang barang ke kamar masing masing, lalu diadakan briefing singkat untuk kegiatan esok, lalu semua dipersilahkan beristirahat.

Pagi hari, senin 24 Oktober 2011. Kegiatan diawali dengan ibadah sholat subuh berjama’ah, kemudian dilanjut dengan berbagi kearifan dari beberapa peserta. Disini adalah saat dimana peserta saling membagi pengalamaan, kesan akan suatu kejadian, dan lainnya yang diharap mampu memberikan inspirasi bagi sesame peserta.

Kemudian olahraga bersama yang diisi dengan pemanasan ringan + game game yang cukup seru yang mampu membangun semangat agar peserta dapat menjalani hari dengan lebih bertenaga. Tak lupa setelah itu mengisi energi dengan sarapan pagi, mandi dan persiapan lainnya.

Acara dilanjut dengan materi mengenal diri dari bunda Tatty Elmir. Mengenal diri merupakan salah satu dari 7 pilar leadership yang diusung oleh Forum Indonesia Muda, dan bunda sangat menekankan hal ini karena tanpa mengenal diri, kita akan kesulitan menemukan potensi, kelebihan, dan kekurangan diri yang bisa kita maksimalkan dan kita antisipasi dalam tiap gerak langkah perjuangan kita sebagai seorang leader. Dengan games yang seru pula bunda mampu mengajarkan bagaimana kita mengeksplor diri dengan mudah.

Setelah istirahat siang, masing masing Jong [kelompok] berbaur ke masyarakat, menggali data kondisi masyarakat disana untuk kemudian didiskusikan sesuai tema yang dibahas masing masing.

After afternoon break, kami diajak oleh pak dedi ke “Karang Widya – The Learing Farm” dan yang luar biasa dari Karang Widya ini, bukan hanya sekedar tempat belajar bagaimana ‘bertani’ itu, namun lebih ke pengelolaan lahan pertanian yang organik, memanfaatkan limbah limbah dari sisa makanan, sampah organik lain, limbah peternakan, dan sebagainya.

Ternyata “learning farm” ini memberdayakan pemuda pemuda yang selama ini kita pandang ‘hopeless’. Mereka yang dari jalan hanya mengamen, berjualan asongan alakadar, dan sebagainya ketika mengikuti program pelatihan disini menjadi lebih terberdayakan, memiliki pandangan masa depan yang lebih jauh meloncat kedepan, memiliki semangat juang yang lebih naik meninggi dari sebelumnya karena pembekalan dan pelatihan yang dilakukan selama disini.

Banyak sekali ilmu yang kami dapat dari hanya field trip singkat di perkebunan yang menjadi pilot project dari perkebunan dan pertanian masyarakat sekitar, mulai dari pemilihan sampah untuk dijadikan pupuk organik, pemupukan tanaman dengan pupuk yang sesuai, pengolahan lahan, pemilihan tanaman pengusir hama tanaman, dan sebagainya.

Malamnya, setelah break Maghrib – Isya, kami mendapat materi dari pak Johan Purnama, sebagai Executive Director dari Karang Widya terkait how to, bagaimana kita menggarap sebuah proyek Community Development, karena memang dasarnya Karang Widya ini lebih ke arah itu. Subhanallah, belajar dari orang yang berkecimpung langsung memang lebih banyak menyingkap fakta, kebingungan, dan kekhawatiran kami ketika kami merencanakan sebuah ComDev. Kami merasa dibimbing bagaimana pendekatan ke masyarakat yang efektif, pendekatan ke personal dengan karakter berbeda, memperjelas keraguan dan meluruskan spekulasi kami akan realita kondisi di masyarakat. Akhirnya saya memutuskan, beliau adalah salah satu yang akan saya mintai masukkan terkait program KKN yang akan saya lakukan, Insya Allah juli-agustus 2012.

Pasca materi, masuk sesi berikutnya yaitu lomba debat. Tujuannya lebih ke membangun wawasan kebangsaan dari peserta. Tema [mosi] masing masing sesi debat akan dibacakan dan akan ada 2 Jong yang dipertandingkan sebagai tim affirmative dan tim kontra. Luar biasa debat yang dilakukan keempat tim ini, saling mempertahankan argumen dan mencoba menyerang dengan statemen statemen tajam.

Tiap jeda antar debat, ice breaking diisi oleh peserta sendiri dimana masing masing mencoba menghibur teman teman lainnya, dengan lelucon, dan penampilan penampilan unik. Inilah yang menjadi penjaga aura persaingan dalam debat, sehingga peserta bisa saling membaur kembali, Setelah diputuskan tim mana yang lolos, agenda hari ini ditutup dan seluruh peserta dipersilahkan untuk beristirahat.

Panitia yang masih punya sisa sisa tenaga, memanfaatkan waktu untuk sedikit evaluasi dan tak lupa permainan wajib dilakukan. Werewolf.

Pagi hari, Selasa 25 Oktober 2011. Agenda pagi tak jauh beda dari hari kemarin, namun kali ini peserta seharian penuh melakukan assessment ke masyarakat sesuai tema yang dibawa masing masing kelompok, kemudian didiskusikan dan dipresentasikan ba’da isya.

Sesi debat yang kedua digelar, dan akan menentukan Jong mana yang mewakili tim maleber untuk final lomba debat di wiladatika nanti, melawan tim cimanggis. Lagi lagi debat, lagi lagi takjub oleh penampilan masing masing tim. Ah, rasanya ingin sekali mengalami pengalaman debat semacam ini.

Ice breaking kali ini cukup seru karena ternyata sangat menghibur dan unik, lain daripada yang lain. Namanya tarian Maga-Maga, yang akhirnya nanti diperkenalkan ke seluruh Fim’ers di Wiladatika dan menjadi “trademark” dari FIM 11.

Last day Rabu 26 Oktober 2011, hingga pukul 10:00 kami semua turun ke masyarakat, melakukan apa apa yang telah direncanakan dari hasil assessment selama 2 hari ini. Sebagian besar mengumpulkan sampah di sepanjang jalan maleber dari atas hingga jalan besar, sebagian yang lain membersamai adik adik di sekolah terbuka, sharing tentang ‘menjadi pribadi yang visioner’ serta mengobarkan semangat dengan yel yel dari mereka sendiri. Kemudian lainnya menuju SD Negri  dan Madrasah Ibtidaiyah disana, saling berbagi keceriaan dengan adik adik disana, membagi cerita dan cita cita.

Harapan kami, semoga adik adik yang sempat bertemu dengan kami selama beberapa hari ini menjadi lebih tersemangati lagi dalam menjalani sekolahnya, mampu membangun cita cita yang tinggi kedepan, mampu menyiapkan bekal bekal yang cukup untuk meraihnya, mampu membersamai kami sebagai pemuda pemudi pejuang harapan bangsa.


Written by Gilang Adhitya in: mahasiswa,share |

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker