Sep
28
2011
0

Google Indonesia: “Jadikan Internet Seluas Kreasimu”

Mumpung udah lama ga update blog… sekalian sharing tentang iklan Google Indonesia…

Ada 3 Video… cekidot gan…

Google Chrome: Lia Tersayang

Google Chrome: Blood For Life

Google Chrome: Indonesia Berkebun

Engga perlu dijelasin ya apa yang disampaikan di kedua video ini. Karena saya sangat merekomendasikan anda untuk menonton langsung… dan tetntunya tanpa terputus2 🙂

Written by Gilang Adhitya in: Uncategorized |
Sep
28
2011
0

#BudayaPuasa

Berikut beberapa intisari yang bisa saya ambil dari Khutbah Tarawih di Masjid Jami’ At-Taqwa malam ini

———————————————————————————–

Diantara kewajiban kita sebagai seorang muslim, kewajiban Sahum ini memang yang paling unik diantara yang lain #BudayaPuasa

Perintah Sholat, Zakat, dan Haji merupakan perintah yang mengharuskan kita MELAKUKAN sesuatu #BudayaPuasa

Sedangkan Sahum mengharuskan kita untuk MENAHAN sesuatu, yang biasanya dihalalkan bagi kita #BudayaPuasa

Oleh karena itu ketika datang kewajiban ini harusnya kita bisa menjadi diri yang lebih mampu mengendalikan keinginan hawa nafsu #BudayaPuasa

Contoh kecil dari kebiasaan kita yang tiap sore, sengaja keluar rumah berburu makanan berbuka berupa aneka jajanan #BudayaPuasa

Sedangkan di 11 bulan lainnya hal seperti ini cuma beberapa kali dalam sebulan #BudayaPuasa

Kita berbondong bondong membeli apapun makanan yang kita inginkan sebagai makanan pembuka. Dan biasanya kolak yang jadi favorit #BudayaPuasa

Kenapa harus kolak jika Rasulullah telah mencontohkan berbuka dengan beberapa butir kurma, atau jika tidak ada dengan air putih #BudayaPuasa

Saya yakin jika disuguhkan beberapa jenis minuman, sebagian kita akan menempatkan air putih di pilihan terakhir #BudayaPuasa

Dan kebanyakan kita “terpaksa” berbuka dengan air putih jika sudah kehabisan yang lainnya #BudayaPuasa

Disini kurma tidak dilihat sebagai makanan manis, tapi sebagai makanan yang hawa nafsu itu tidak terlalu berkeinginan dengannya #BudayaPuasa

Coba saja jika kita memakan kurma, kebanyakan kita hanya mengambil beberapa butir saja kemudian merasa cukup. Begitu pula air putih #BudayaPuasa

Hampir hampir tidak ada diantara kita yang mengkonsumsi keduanya hingga membuat perut penuh dan bersendawa berkali kali 🙂 #BudayaPuasa

Disinilah salah satu bentuk pengendalian diri dari Sahum yang kadang kita tidak menyadarinya #BudayaPuasa

Kita menjadi tidak seperti biasanya ketika Berbuka, Sahur, apalagi nanti Idul Fitri dimana kita hampir2 tidak ingat sudah berapa kali makan. #BudayaPuasa

Benar benar persis seperti yang pernah dikatakan Rasulullah, sebagian besar dari kita yang sahum hanya mendapat lapar dan dahaga #BudayaPuasa

Ini baru contoh pengendalian hawa nafsu terkait makanan, belum yang lain, seperti keinginan berbelanja dan sebagainya #BudayaPuasa

Menjelang akhir bulan kita lebih menyukai mengunjungi “pasar” [apapun] ketimbang berada di masjid #BudayaPuasa

Padahal Rasulullah juga telah mencontohkan tentang iktikaf di masjid pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan #BudayaPuasa

Sungguh kita perlu melihat lagi, dan menata ulang kebiasaan kita saat bulan Ramadhan #BudayaPuasa

Dan menjadikan Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang terbaik yang pernah kita alami sehingga benar benar memberi kemanfaatan #BudayaPuasa

———————————————————————————–

Silahkan bagi yang ingin membaginya ke yang lain, selagi Bulan Ramadhan tahun ini baru berjalan sekitar 1 minggu 🙂

Written by Gilang Adhitya in: Uncategorized |
Sep
28
2011
0

#MengingatUmur

Teringat umur… yang sudah sebentar lagi…. 😐

1) Sudahkah umur yang kita lalui ini memberi manfaat seperti yang kita inginkan? #mengingatumur

2) Lalu, sudahkah umur itu memberi manfaat seperti yang harusnya kita lakukan? #mengingatumur

3) Bagi yang menghabiskan umur dengan mengurusi kepentingan pribadi, sudahkah kita melakukannya seperti yang kita inginkan? #mengingatumur

4) Bagi yg menghabiskan umur dgn mengurusi kepentingan orang lain, sudahkah kita melakukannya seperti yg harusnya dilakukan? #mengingatumur

5) Lalu bagi yang umurnya sedikit sekali perbuatan dan manfaat yang dilakukan, sudahkah kita sadar bahwa kita benar2 merugi? #mengingatumur

6) Ada banyak lagi pertanyaan tentang waktu yang kita habiskan di dunia ini. Sudahkah kita menjawab semuanya? #mengingatumur

7) Atau setidaknya menjawab pertanyaan itu satu persatu…? #mengingatumur

8) Renungkanlah sejenak, apa yang TELAH, SEDANG, dan AKAN kita lakukan dalam mengisi waktu yang diberikanNYA pada kita. #mengingatumur

9) Sudah seberapa seimbang antara hal yang kita inginkan, dengan hal yang harus kita lakukan. #mengingatumur

10) Dan akan lebih baik jika hal yang kita inginkan itu adalah hal yang harus kita lakukan [kewajiban=keinginan] #mengingatumur

11) men-sinkron-kan nya memang tidak mudah, karena itu merupakah sebuah bentuk perjuangan. #mengingatumur

12) Perjuangan mengendalikan konflik dalam diri, menekan keinginan yang meluap luap, menyeruak keluar untuk direalisasikan. #mengingatumur

13) Dan membiasakan diri untuk melakukan kewajiban yang menjadi keharusan untuk dilakukan. #mengingatumur

14) Konflik dua hal ini yang membuat perjuangan itu berat, dan semakin berat jika hanya pasrah, menerima, dan tidak berbuat. #mengingatumur

15) Problematika konflik ini tak kan berujung dan terpecahkan kecuali dilakukan 1 hal yaitu, Berfikir & Bertindak. #mengingatumur

16) Hanya dengan tindakan yang terfikirkan dengan akal jernih yang mampu membawa ke penyelesaian konflik dua hal tersebut. #mengingatumur

17) Karena waktu yang diberikanNYA begitu berharga, maka janganlah engkau mengisinya dengan seseuatu yang kosong. #mengingatumur

18) Apalagi dengan sesuatu yang buruk, sungguh celaka orang yang berbuat demikian. #mengingatumur

19) Jadilah orang yang mampu memanfaatkan umur dan waktu yang diberikan dengan sebaik baiknya. #mengingatumur

20) Dan lakukan itu SEKARANG juga, karena mungkin WAKTU itu akan habis NANTI. Wallahu a’lam. #mengingatumur

Dipersembahkan untuk kamu yang lahir pada 14 Juli 1991, pukul 5 pagi…

R. Gilang Adhitya P.

Written by Gilang Adhitya in: Kultwit |
Sep
28
2011
0

Hasil bacaan: “Keydo”

“Sebuah Novel Tentang Perempuan, Cinta, dan Para Pahlawan di Jalan Sunyi”


Sebuah novel yang lumayan unik menurut saya, karena dalam novel ini tidak hanya membahas habis tentang si tokoh utama, namun juga orang – orang di sekitarnya, orang – orang yang berkaitan dengan jalan hidup yang dilaluinya, sehingga terkesan dalam novel ini ada lebih dari 1 tokoh utama. Mereka yang diceritakan di dalam novel ini  pantas disebut “pahlawan di jalan sunyi” dikarenakan apa yang mereka lakukan merupakan sebuah perjuangan untuk masyarakat di sekitarnya, kontribusi yang nyata namun sangat jauh dari apresiasi dan penghargaan yang pantas. Bahkan beberapa dari mereka dicemooh karena apa yang mereka lakukan itu.


Penyusunan cerita yang apik di tiap babnya, membuat pembaca mudah memahami apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Sekaligus masing – masing tokoh diberikan ruang tersendiri, bab tersendiri untuk diceritakan habis mengenai dirinya, masa lalunya, apa yang dilakukanya, dan lain sebagainya, sekaligus apa hubungan sang tokoh dengan Keydo sendiri. Cerita yang dirangkai sedemikian rupa sehingga mampu memadukan kearifan dari barat sampai ke timur Indonesia, hingga ke komunitas Amish yang zuhud di Amerika Utara, sungguh menginspirasi dan memberikan semangat bagi pembaca untuk mampu berjuang dan berkarya seperti mereka yang sampai mengorbankan harta, waktu, bahkan keluarga, dan nyawa sekalipun.


Salah satu pilihan buku yang saya rekomendasikan untuk dibaca bagi kalian yang teguh berjuang mempertahankan idealisme, kesabaran dalam menghadapi cercaan dari orang sekitar, hingga mencapai tujuan mulia yang diharapkan bisa dirasakan oleh orang banyak, tidak hanya untuk segelintir orang apalagi untuk kepentingan sesaat.

Written by Gilang Adhitya in: Intisari Buku |
Sep
28
2011
0

Hasil bacaan: “Romance of The Three Kingdom”

RotTK0001

Volume I Bab I

Menceritakan tentang sejarah negeri china dimana masa itu adalah akhir masa dinasti HAN. Kemudian diceritakan tentang awal mula dari 3 elit yang nantinya akan memimpin 3 kerajaan besar yang saling terlibat perang.

Liu Pei (Liu Bei) atau lebih dikenal dengan Liu Yuan-te, Dia adalah seorang keturunan pangeran yang ayahnya adalah cucu dari kaisar Ching. Sejak dari kecil pamannya menyadari bahwa dia bukan anak biasa seperti teman teman sepermainannya. Pertemuannya dengan Chang Fei (Zhang Fei) atau lebih dikenal dengan I-te, dan Kuan Yu (Guan Yu) atau lebih dikenal dengan Yun-ch’ang ketika pecah pemberontakan bisa di bilang seperti telah direncanakn. Ketiganya memiliki visi yang serupa, dan akhirnya mereka menjalin sebuah ikatan persaudaraan dibawah janji yang mereka ucapkan.

Ketiganya pun mempersiapkan diri untuk mengikuti pasukan perang, dimana Liu Pe dibuatkan sepasang pedang kembar, Kuan Yu dibuatkan pedang melengkung bergagang panjang yang diberi nama “Black Dragon” atau “Cold Beauty” dan Chang Fei membuat sendiri tombak sepanjang 18 kaki untuknya. Dalam medan pertempuran, formasi yang selalu mereka gunakan adalah Liu Pei ditengah, dan kedua saudaranya di sisi kiri dan kanan. Quote pertama yang saya dapat setelah pertempuran yang menakjubkan dari Chang Fei dan Kuan Yu ketika menghabisi Teng Mou dan pemimpin pasukan pemberontak.

“Two heroes new to war’s alarms, Ride boldly forth to try their arms. Their doughty deeds three kingdoms tell, And poets sing how these befell.”

Dan ketika pertempuran di perfektur Chingchou melawan pasukan pemberontak yang jumlahnya jauh lebih banyak. Mereka menyusun strategi dimana Liu Pei bersama pasukan utama, memancing musuh untuk mengikuti mereka dan menggiringnya ke bukit dimana disana kedua saudaranya bersama pasukan sisanya telah menunggu dan menyergap mereka. Alhasil pasukan pemberontak terkepung dari 3 arah dan dengan mudah dikalahkan

“Tho fierce as tigers soldiers be, Battels are won by strategy. A hero comes, he gains renown, Already destined for a crown”

Ts’ao Ts’ao (Cao Cao) atau lebih dikenal dengan Ts’ao Meng-te, anak dari Ts’ao Sung yang telah lahir dari keluarga Hsiahou. Semasa muda, ia telah menyukai berburu dan senang dalam musik dan tari. Dia cerdas, labil dan penuh tipu muslihat [licik]. Seiring waktu orang orang berkata bahwa, pemberontakan telah tiba dan hanya orang dengan kemampuan luar biasa yang mampu mengembalikan kedamaian, dan dia adalah Ts’ao Ts’ao, dan Ho Yung dari Nanyang berkata bahwa, dinasti Han akan runtuh dan yang bisa mengembalikan kedamaian hanya dia. Dan ketika Ts’ao Ts’ao meminta nasehat kepada orang bijak, Ia berkata bahwa, Ts’ao Ts’ao mampu untuk memerintah dunia, namun cukup jahat untuk mengacaukanya.

Memulai karirnya setelah lulus pada umur 20 tahun di distrik dekat Loyang. Setelah berbagai peristiwa, tidak ada yang berani menantangnya dan namanya ditakuti. Ketika pemberontakan pecah, Ts’ao Ts’ao mendapatkan gelar Chi-tu-yu dan diizinkan untuk memimpin lima ribu pasukan untuk membantu pertempuran di Yingch’uan.

Written by Gilang Adhitya in: Intisari Buku |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker