Jun
26
2012
0

Kehilangan (part 1)

“Ya, contohnya gini… Saya adalah seorang pengusaha ikan lele yang paling sukses di kecamatan ini dan mampu mempekerjakan 50 orang karyawan dalam 10 tahun kedepan. Nah coba sekarang gantian, kamu yang tulis.”

Namun, tangan itu hanya sanggup menulis hingga… Saya adalah seorang… Kemudian tak terlihat lagi gerakan pena biru diatas kertas putih itu.

“Ayo… ditulis aja gak usah takut. Tulis aja, saya ini siapa… jadi apa, terus bisa apa… gitu kan gampang toh?

Masih dalam posisi yang sama terdiam, kemudian pena itu diletakkannya. Dengan takut-takut ia menjawab.

“Anu… itu, saya gak tau gimana kalo harus nulis detil gitu. Saya takut… takut gak bisa jadi orang kaya yang ditulis. Lha wong saya ini gak kaya temen-temen yang lain. Ada yang udah berkali kali nampil di seminar nasional lah, ngisi mentoring tiap akhir pekan di tempat yang beda beda lah, ke luar negri ikut acara ini itu ato sekedar kuliah singkat lah. Nah saya? kegiatan di kampus juga cuma itu itu aja. Ikut organisasi satu dua doang. Kuliah? ya… mas tau sendiri lah kampus kita kaya’ apa. Dan bisa bayangin orang yang ogah ogahan kaya’ saya itu gimana kuliahnya.

Kembali keduanya terdiam. Suasana di kantin kampus itu memang sedikit ramai karena belum waktunya makan siang. Selain itu mahasiswa di kampus ini lebih suka datang ke kantin ketika baru saja buka, karena makanannya masih banyak yang tersedia selain itu kondisi kantin agak bersih dibanding nanti jika sudah waktu makan siang.

Guntur adalah mahasiswa teknik perminyakan, sedangkan Ilham adalah mahasiswa teknik material. Meskipun berbeda jurusan dan Ilham lebih senior angkatannya dibanding Guntur, namun karena mereka pernah berada pada organisasi yang sama di kampus tersebut, akhirnya mereka bisa kenal dekat.

“Nah itulah kelemahanmu tur… Kamu tu orangnya takutan. Takut kalo nanti begini, takut kalo begitu. Ini belum siap, itu belum bisa… Ya saya ngerti ke-perfeksionis-an mu, tapi jangan sampe malah buat kamu takut ngambil langkah. Gak masalah kan, ini cuma rencana gitu. Kalo emang berubah berarti Allah berkehendak berubah.”

“Ya tapi kan mas… kalo masih mahasiswa aja kaya gini emang 10 tahun lagi bisa jadi kaya gitu?”

“Justru itu kan, kalo dari mahasiswa aja kita gak nentuin kita mau jadi apa kedepannya malah kamu semakin kebingungan. Udah kerja disini, gak betah… pindah ke yang lain, gak enak… pindah lagi. Atau malah yang parah, udah keterima kerja disitu terus suka ga suka ya.. jalanin aja. Yang penting saya kerja. Padahal saya yakin kamu orangnya bisa lebih dari sekedar begitu. Kamu punya visi. Cuma masih susah buat bikin breakdownnya aja kan?”

“I.. iya mas… semacem gitu. Sebenernya kepikiran sih mau gimana gimana. Tapi begitu disuruh buat lebih detil. Kok ya ngeliatnya jauh banget dan gak relevan gitu.”

“Ya… Ya… Gini aja deh… kapan kapan dilanjutin lagi aja. Habis dzuhur saya ada perlu soalnya. Oh ya, satu lagi tur. Kamu kalo ada pikiran apa gitu ceritain aja, gak usah takut, gak usah malu. Mungkin ada beberapa hal yang bisa saya bantu kalo kamu cerita.”

“Iya mas… dicoba dipikirin dulu deh…”

Tepat saat itu adzan dzuhur berkumandang dari mushola di dekat tempat mereka. Setelah menghabiskan makanan dan minuman yang dipesan, mereka berdua berjalan ke mushola tersebut…

(bersambung)


Written by Gilang Adhitya in: Cerita,mahasiswa |
Jun
14
2012
0

Ore no gakuen – 俺 の 学園

Well, saya rasa siapapun terutama civitas akademika UGM yang melihat gambar diatas langsung paham. Yak Fakultas Teknik UGM… fakultas terbesar… di universitas (ter)besar… pokoknya besar lah.. hahaa…

Sepengetahuan saya ada filosofi tersendiri mengapa bentuk tugu teknik seperti itu. Kerangka kubus serta kubus2 kecil di ujung-ujungnya itu melambangkan jumlah jurusan yang ada di fakultas teknik. So FT UGM ga akan pernah nambah jurusan.. yang ada paling di jurusan itu buka program studi. Selain karena lahan yang sudah tidak tersedia untuk membangun gedung baru, ga ada tempat juga buat naro kubus baru di tugu teknik.. .masa’ jadi 9…? hahaha… Terus… hmm kalo yang ini masih ga yakin, tiga kaki dibawahnya itu menggambarkan tri dharma perguruan tinggi… hm.. masih g yakin tapi… tapi semoga bener…

(more…)


Written by Gilang Adhitya in: Uncategorized |
May
10
2012
0

Why Agatha Christie? Why Hercule Poirot?

Saya rasa, bagi kita yang sering membaca buku sudah tidak asing lagi dengan nama ini. Ya, Agatha Christie… atau sering dijuluki sebagai “Queen of Crime”, salah seorang novelis zaman pasca perang dunia pertama yang telah menuliskan begitu banyak novel bertema kriminalitas dan pembunuhan dengan beberapa tokoh detektif yang diciptakan olehnya seperti Poirot, Miss Marple, Tommy and Tuppence, Parker Pyne… dan lainnya.

Wanita ini telah membuat dunia takjub dengan novel novel yang ditulisnya, dengan penggambaran tiap cerita yang dibuatnya, karakter karakter yang diciptakannya, sehingga layaklah ia jika disandingkan dengan salah seorang novelis detektif ternama, Sir Arthur Ignatius Conan Doyle, pengarang Sherlock Holmes.

(more…)


Written by Gilang Adhitya in: Berbagi,Inspirasi |
Nov
05
2011
0

Story of Maleber – Pelatihan FIM Angkatan 11

Ini hanya sepenggal cerita, pengalaman saya terasing bersama pemuda pemuda terbaik se-Indonesia, dalam rangkaian pelatihan Forum Indonesia Muda Angkatan 11. (more…)


Written by Gilang Adhitya in: mahasiswa,share |
Oct
16
2011
0

Sulitkah Mahasiswa Belajar?

Sebagai seorang mahasiswa kita dituntut untuk ikut aktif menjadi subjek dalam tiap kegiatan perkuliahan yang kita jalani. Hal ini yang menjadi sebuah tanggung jawab bagi kita untuk menjalaninya dengan kesadaran secara penuh dan inisiatif yang tinggi, agar capaian yang diharapkan bisa diperoleh secara maksimal. Namun kendalanya adalah menjaga konsistensi semangat & inisiatif dari diri, terutama ketika memasuki tahun akhir perkuliahan bahkan bisa jadi semangat di awal tahun perkuliahan luntur dengan segera akibat kurang bisa beradaptasi dengan perubahan cara pembelajaran. (more…)


Written by Gilang Adhitya in: islam,share |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker